Pemerintah Tambah Pembimbing Haji Perempuan untuk Musim 2026
Pemerintah berencana menambah jumlah pembimbing ibadah haji perempuan pada penyelenggaraan haji tahun 2026.
Kebijakan ini diambil untuk memperkuat layanan dan pendampingan bagi jamaah wanita selama berada di Tanah Suci.
“Peran pembimbing perempuan menjadi aspek krusial agar jamaah wanita memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan ibadah dan kenyamanan mereka,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Layanan Lebih Ramah dan Inklusif
Menurut Gus Irfan, keberadaan pembimbing perempuan memiliki arti strategis dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi jamaah, terutama di pemondokan, tempat ibadah, serta kegiatan bimbingan rohani yang memerlukan pendekatan sensitif gender.
Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) menilai langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih ramah, inklusif, dan setara bagi seluruh jamaah.
Upaya peningkatan jumlah pembimbing perempuan dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi, serta penguatan kapasitas pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU).
Selain menambah jumlah, Kemenhaj juga fokus pada peningkatan kualitas pembimbing melalui pelatihan fiqih haji, pedagogi, keterampilan komunikasi, dan manajemen jamaah.
“Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pembimbing, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan jamaah,” tutur Gus Irfan.
Operasional Haji 2026 Dimulai April
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa operasional haji tahun 2026 akan dimulai 21 April 2026 atau 4 Dzulqa’dah 1447 H, ditandai dengan masuknya jamaah ke asrama haji.
“Insya Allah, proses operasional jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 21 April 2026, bertepatan dengan 4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, ketika jamaah mulai memasuki asrama haji,” jelas Ichsan.
Keberangkatan gelombang pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 menuju Madinah, disusul gelombang kedua pada 7 Mei 2026 langsung ke Makkah.
Adapun puncak haji akan berlangsung pada 25–26 Mei 2026, dan pemulangan jamaah dijadwalkan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

